Lima Ekor Hewan Ternak Positif Antraks, DPKH Gunungkidul Lakukan Isolasi Terbatas
Akhmad Baihaqi Arsyad
GUNUNGKIDUL, (ERAKINI) – Isolasi terbatas terhadap lalu lintas ternak di Kecamatan/Kapanewon dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pascaditemukannya lima ekor hewan ternak positif antraks.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti di Gunungkidul, Selasa (4/7/2023). Pihaknya mengatakan, DPKH menemukan lima ekor hewan ternak positif terjangkit antraks dari November 2022 hingga jelang Hari Raya Idul Adha 2023 di wilayah Semanu.
Sehingga, lanjutnya, langkah antisipasi diambil oleh DPKH Gunungkidul. "DPKH Gunungkidul melalukan langkah antisipasi penyebaran antraks dengan pembatasan lalu lintas hewan ternak di wilayah itu," kata Wibawanti.
Pihaknya mengungkapkan, lima hewan ternak positif antraks dari wilayah Semanu tersebut memiliki gejala mati mendadak.
"Saat mendapat laporan dari masyarakat adanya hewan ternak mati mendadak, petugas langsung ke lapangan mengambil sampel. Kemudian dicek di laboratorium dan hasilnya positif antraks," katanya.
Wibawanti mengungkapkan, dinas telah meminta agar ternak mati dikubur dan diambil spesimennya untuk diuji laboratorium. Namun, sebagian masyarakat di sekitar ternak mati justru tak mengindahkan imbauan petugas. Ternak yang telah dikubur sebagian dibongkar lalu disembelih lantas dagingnya dimakan banyak orang.

















