Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Profil Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, Kapolda NTT yang Terseret Kisruh Kelulusan Seleksi Akpol

Profil Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, Kapolda NTT yang Terseret Kisruh Kelulusan Seleksi Akpol

JAKRTA, (ERAKINI) - Seleksi Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda NTT kisruh lantaran 11 nama yang dinyatakan lulus tidak satu pun yang berasal dari warga asli Nusa Tenggara Timur. Kapolda NTT pun dikaitkan-kaitkan dengan kekisruan ini.

Polda NTT telah menggelar sidang akhir untuk menentukan kelulusan calon Akpol 2024 oleh Panitia Daerah (Panda) Polda NTT untuk tahun ajaran 2024 pada Kamis(4/7/2024) lalu. Seleksi Akpol di Polda NTT diikuti oleh 86 peserta, terdiri dari 70 pria dan enam wanita.

Setelah berbagai tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga supervisi dari Mabes Polri, 20 peserta dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap akhir, dengan rincian 17 pria dan 3 wanita. Tapi, Mabes Polri hanya memberikan alokasi kuota sebanyak 11 orang untuk Polda NTT, dengan rincian lima orang dari kuota Mabes dan enam orang kuota reguler.

Sidang itu berlangsung di aula Rupatama Lantai III Polda NTT yang oleh dipimpin Kapolda NTT didampingi Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, Irwasda Kombes Pol I Made Sunarta, dan Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Satrya Yusada. Sidang kelulusan ini juga turut dihadiri oleh para orang tua calon taruna Akpol, peserta seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para ketua tim seleksi.

Dalam sidang itu 11 peserta diyatakan lolos ke tahap berikutnya. Hasil siding ini kemudian ramai di media sosial. Sebabnya, empat dari 11 Catar Akpol yang dinyatakan lulus bermarga Batak, Sumatera Utara. Mereka adalah AT Situmeang, BLS Manurung, TA Silitonga, dan MJRK Silalahi. Beragam tudingan pun muncul, termasuk dugaan kecurangan dan nepotisme.

Polda NTT melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Ariasandy sebelumnya sudah menegaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan secara terbuka dan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi.

Selain itu, proses seleksi juga melibatkan pengawasan ketat dari pihak internal Polda NTT serta eksternal, seperti media, dokter, psikolog, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Bahkan, setelah ujian selesai hasil ujian langsung diumumkan saat peserta ujian keluar dari ruangan ujian. Sehingga setiap peserta bisa mengetahui hasil ujian masing-masing.

Hal ini dilakukan agar jika ada yang tidak puas dengan hasil ujiannya, bisa langsung mengajukan protes di lokasi ujian kepada panitia. Lantas kenapa kelulusan Catar tersebut dikaitkan dengan Kapolda NTT? Berikut profil singkat Kapolda NTT.

Kapolda NTT saat ini dijabat oleh Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga. Dirangkum dari berbagai sumber Selasa (9/7/2024), Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga lahir 8 Oktober 1968 atau saat ini berusia 55 tahun.

Daniel Tahi Monang Silitonga berasal dari Sumatera Utara, persisnya dari Aek Kahombu, Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Jenderal Daniel merupakan lulusan Akpol 1990 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Ia menjabat Kapolda NTT sejak 7 Desember 2023 atau baru sekitar 7 bulan. Sebelum ke NTT, jenderal bintang dua ini menjabat  Kapolda Papua Barat.

Irjen Daniel memulai kariernya sebagai Wakapolsek Asembagus dan Kapolsek Besuki sebelum menjabat sebagai Kapolsek Tanjung Duren. Setelah itu, ia menjabat Sekpri Wakapolri dan selanjutnya menjadi Kapolresta Malang.

Dari Malang, Daniel dipromosikan sebagai Wadirreskrim Polda Jatim pada tahun 2010. Dengan keahlian di Bidang Reserse, ia pun diangkat sebagai Dirresnarkoba Polda Riau pada tahun 2011 dan Dirreskrimum Polda Riau pada tahun 2013.

Irjen Daniel pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri pada tahun 2014 sebelum dipindahkan ke Polda Sumsel pada tahun 2016 sebagai Dirreskrimum.

Selanjutnya, alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar tahun 1987 ini kembali menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri pada tahun 2017. Ia kemudian menjabat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri pada tahun yang sama dan sebagai Karobinopsnal Bareskrim Polri pada tahun 2019.

Ayah dari empat orang anak ini selanjutnya menempati jabatan sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri pada tahun 2019, lalu sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada tahun 2020, dan akhirnya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat pada tahun 2022.

 

 


Editor:

Daerah Terkini