Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

4 Timses Prabowo-Gibran Jadi Komisaris BUMN Top, Intip Besaran Gajinya

4 Timses Prabowo-Gibran Jadi Komisaris BUMN Top, Intip Besaran Gajinya

JAKARTA, (ERAKINI) - Empat tim sukses (timnas) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 menduduki posisi komisaris di sejumlah perusahaan BUMN top. Keempatnya adalah Simon Aloysius Mantiri, Condro Kirono, Fuad Bawazier, dan Grace Natalie.

PT Pertamina dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, Kementerian BUMN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (10/6/2024), melakukan pengangkatan anggota Dewan Komisaris Pertamina yang baru. Simon Aloysius Mantiri diangkat sebagai Komisaris Utama (Komut) sekaligus merangkap Komisaris Independen. Selain itu, RUPST Pertamina mengangkat Condro Kirono sebagai Komisaris Independen.

Berdasarkan penelusuran Erakini, Simon merupakan Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Sedangkan Condro Kirono yang merupakan mantan Kabaharkam Polri, juga menjabat sebagai Wakil Ketua TKN pada Pilpres 2024. Sebelumnya, Condro memang tercatat sudah pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pos Indonesia (2021), dan Dewan Komisaris Pertamina (2019).

Sementara itu, RUPST BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menunjuk Fuad Bawazier menjadi Komut dan Grace Natalie sebagai Komisaris.

Baik Fuad Bawazier maupun Grace merupakan sama-sama timnes Prabowo-Gibran. Fuad Bawazier adalah salah satu pakar dalam TKN Prabowo-Gibran. Fuad juga merupakan mantan Menteri Keuangan yang juga pernah menjadi Anggota DPR RI periode 1999-2004 dan periode 2004-2009.

Sedangkan Grace Natalie menjabat Wakil Ketua TKN. Mantan Ketua Umum PSI ini juga baru diangkat menjadi Stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantas apa tugas dan gaji para Komisaris BUMN?

Komisaris memiliki peran dalam kegiatan operasional perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2007, Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada direksi.

Dari tugas itu, Komisaris BUMN menerima gaji cukup fantastis. Kisaran gaji Komisaris BUMN bervariasi, tergantung jenis usahanya.

Untuk Pertamina, besaran gaji Komisaris tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021 tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang pernah menjabat Komut Pertamina sebelum mundur pada Februari 2024 lalu, pernah membocorkan gajinya di perusahaan pelat merah itu.

Ahok mengaku gajinya sebagai Komut Pertamina mencapai Rp170 juta per bulan. Namun itu belum termasuk tunjangan dan bonus (remunerasi) yang diterima jika perusahaan mendapatkan untung besar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, besaran remunerasi bagi anggota dewan komisaris ditetapkan oleh rapat umum pemegang saham (RUPS). Penetapan mengacu pada pedoman sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER–13/MBU/09/2021.

Mengacu pada laporan keuangan tahun 2022, Dewan Komisaris Pertamina mendapat remunerasi sebesar USD46,84 juta atau sekitar Rp702,6 miliar. Struktur komponen remunerasi yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi terdiri dari gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas, dan tantiem/insentif kinerja.

Saat itu, Pertamina tercatat memiliki 7 orang Komisaris. Sehingga bila kompensasi itu dibagi secara merata, maka masing-masing Komisaris mendapat Rp100,37 miliar per tahun atau sekitar Rp8,36 miliar per bulan.

Lantas bagaimana dengan gaji Fuad dan Grace? Skema pembayaran gaji Komisaris MIND IN tidak jauh dengan BUMN pada umumnya. Formulasinya mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/202.

Mengacu pada Inalum Annual Report 2019, sebelum berganti nama menjadi MIND ID, gaji Komut mencapai Rp146,25 juta per bulan. Jika ditotal dengan tunjangan dan transportasi, gaji Komut mencapai Rp175,5 juta per bulan. atau sekitar Rp2,25 miliar per tahun. Sedangkan bonus yang diterima Komut pada tahun buku 2019 sebesar Rp4,12 miliar.

Gaji Grace diperkirakan bisa lebih tinggi, karena anggota Dewan Komisaris mendapatkan honorarium sebesar 90% dari diketur utama. Sebagai gambaran, masih berdasarkan Inalum Annual Report 2019, gaji direktur utama Inalum sebesar Rp325 juta per bulan.


Editor:

Ekonomi Bisnis Terkini