Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Penjelasan Para Perawi Tentang Hadits Ipar Adalah Maut

Penjelasan Para Perawi Tentang Hadits Ipar Adalah Maut

Dunia hiburan tengah diramaikan dengan adanya film layar lebar berjudul Ipar Adalah Maut yang sudah tayang di bioskop sejak 13 Juni 2024 lalu. Film yang menceritakan perselingkuhan antara suami dengan adik iparnya itu telah ditonton oleh 3 juta pecinta orang, sejak 14 hari penayangan. 

Adapun film disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini diambil dari cerita viral berjudul sama karya Elizasifaa. Film produksi MD Pictures ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Deva Mahenra dan Davina Karamoy. 

Ada yang menarik dari film yang diangkat dari kisah nyata tersebut. Antara lain judul; yang diambil dari hadist Bukhari Muslim yakni Ipar adalah maut. Lalu bagaimana penjelasannya: 

Jika menelusuri lebih jauh, benar bahwa dalam hadist Bukhari Muslim telah ditegaskan bahwa ipar atau saudara perempuan dari istri atau saudara laki-laki dari suami adalah petaka bagi suami. Adapun teks hadist tersebut yaitu sebagai berikut: 

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ 

Artinya, “Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.’ Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?’ Beliau menjawab, ‘Ipar adalah maut’.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Menurut para ulama, dalam riwayat Imam Muslim yang lain, ada redaksi penjelas dalam hadits berikutnya, bahwa kata ‘al-hamwu’ merujuk pada makna saudara pasangan, baik ipar atau sepupu, dan semisalnya. 

Demikian juga bila kita merujuk pada kamus bahasa Arab modern, maka maknanya adalah kerabat suami atau istri. 

Dilansir dari NU Online, Ibnu Daqiq Al-‘Id menanggapi bahwa kata ‘al-hamwu’ dalam hadits memiliki fungsi yang umum, sehingga mertua pun masuk ke dalam makna dari kata tersebut. 

Sebab itu, Imam Muslim melampirkan riwayat yang spesifik bahwa kata ‘al-hamwu’ yang dimaksud Nabi saw adalah ipar. 

Kemudian, anjuran Nabi saw agar kita berhati-hati masuk ke dalam rumah seorang wanita berlaku bagi wanita yang bukan mahramnya karena khawatir terjadi khalwat atau berdua-duaan dengan lawan jenis. 

 Berikutnya, para ulama ahli hadits memiliki penafsiran dan interpretasi yang beragam terkait mengapa Rasulullah saw menyebut ipar sebagai kematian. Ia mengutip beberapa pendapat ulama seperti Al-Munawi dan An-Nawawi.

Menurut Al-Munawi, alasan Rasulullah saw menyebut kakak ipar yang masuk ke dalam rumah istri adiknya sebagai kematian disebabkan banyak orang yang tidak tahu bahwa kakak atau adik ipar pasangan bukanlah mahramnya. 

Ketika seorang lawan jenis yang bukan mahram saling bertemu, maka hukum-hukum fiqih seperti menutup aurat, tidak boleh bersentuhan, dan lain sebagainya otomatis berlaku. 

Dalam hal ini, terkadang seseorang yang sudah berpasangan tidak terlalu menjaga batasan-batasannya dengan adik atau kakak iparnya dalam hal bersentuhan kulit ataupun menutup aurat, padahal mereka bukan mahramnya.   

Dengan demikian, Al-Munawi menafsirkan bahwa perumpamaan ipar seperti maut yang dilakukan Rasulullah saw merupakan bentuk larangan keras agar orang-orang paham bahwa ipar bukanlah mahram, maka batasan-batasan yang telah ditetapkan dalam Islam terkait lawan jenis yang bukan mahram harus diterapkan.


Editor:
JADWAL SHOLAT
13 Juli 2024
06 Muharam 1446
Imsak
04:34
Subuh
04:44
Dzuhur
12:00
Ashar
15:22
Magrib
17:54
Isya'
19:08

Hikmah Terkini