Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

PP Muhammadiyah Tegaskan Berhaji Tanpa Visa Resmi Tak Bisa Dibenarkan

PP Muhammadiyah Tegaskan Berhaji Tanpa Visa Resmi Tak Bisa Dibenarkan

JAKARTA, (ERAKINI) - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menilai, jemaah yang melaksanakan ibadah haji menggunakan visa non-haji atau tidak bisa dibenarkan. Muhammadiyah menegaskan, hal itu jelas melanggar aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Ketua PP Muhammadiyah Saad Ibrahim mengatakan, para jemaah tersebut bisa dianggap memenuhi syarat dan rukun Islam. Namun, ia menilai pelaksanaan haji tersebut tidak mendapatkan pahala karena menggunakan cara yang tidak dibenarkan. 

“Bahkan tidak hanya tidak dapat pahala, tapi juga kemudian akan mendapatkan dosa terkait dengan itu semuanya,” katanya, Selasa (4/6/2024). 

Ibrahim menuturkan, agama Islam tidak membenarkan pelaksanaan ibadah haji dengan cara-cara tidak baik, apalagi melanggar ketentuan yang diatur.  Demikian pula beribadah dengan visa non-haji juga berpotensi merugikan jemaah yang telah berusaha memenuhi aturan dan ketentuan. 

“Konteks Islam dalam beribadah itu, ibadah itu sebagai tujuan. Nah segala media ke arah itu, kemudian juga harus baik, harus benar,” ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, Aparat keamanan Arab Saudi membebaskan 34 jemaah dari 37 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi, di Madinah, Sabtu (1/6/2024) siang sekitar pukul 11.00 WAS. Sedangkan tiga lainnya saat ini sedang menjalani proses hukum. Ke-34 jamaah itu kini telah kembali ke Indonesia dan gagal melaksanakan ibadah haji. 

"34 dari 37 jamaah haji non visa haji bebas dan telah kembali ke Indonesia. Sementara tiga lainnya akan menjalani proses hukum," ujar Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Yusron B Ambarie, Senin (1/6/2024). 

Ke-37 WNI itu ditangkap karena tanpa tasrih. "Dari 37 orang itu di antaranya adalah 16 perempuan dan 21 orang laki-laki yang diperkirakan dalam pengakuan mereka berasal dari Makassar," kata Yusron.

Setelah ditangkap, 37 jamaah itu kemudian mendapatkan pendampingan oleh tim KJRI. Dalam pemeriksaan, mereka semua kedapatan menggunakan visa ziarah untuk mengunjungi Arab Saudi.  

"Mereka diketahui menggunakan ID Card Haji Palsu dan juga menggunakan gelang haji palsu dan ada juga yang menggunakan paspor haji palsu," kata Yusron.

Seorang koordinator dengan inisial SJ yang mengatur perjalanan ini juga ditangkap oleh pihak aparat keamanan Arab Saudi. Selain itu, seorang supir warga negara asing juga ikut ditangkap dalam kasus ini. 

Untuk masuk ke Tanah Suci, menurut dia, 37 WNI tersebut masuk dari Qatar menuju Riyadh, lalu terbang ke Madinah. Berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi, jamaah tersebut terancam akan dideportasi, didenda 10 ribu riyal, dan dilarang masuk Saudi selama 10 tahun. 


Editor:

Internasional Terkini