Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Catatan Berdarah Pesawat Boeing 737: Jatuhnya Lion Air Tewaskan 189 Orang, Ethiopian Airlines 157 Orang

Catatan Berdarah Pesawat Boeing 737: Jatuhnya Lion Air Tewaskan 189 Orang, Ethiopian Airlines 157 Orang

JAKARTA, (ERAKINI) - Tragedi berdarah terjadi pada tahun 2018 dan 2019 di mana kecelakaan besar yang melibatkan pesawat Boeing 737 Max menewaskan seluruh penumpang.

Pada akhir Oktober 2018, pesawat Boeing 737 Max yang dioperasikan oleh Lion Air jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Indonesia tak lama setelah lepas landas. Kecelakaan itu menewaskan semua orang atau 189 di dalamnya.

Beberapa bulan kemudian, pesawat Ethiopian Airlines jatuh, menewaskan semua penumpang dan awak kabin, sebanyak 157 orang.

Atas tragedi berdarah itu, Boeing telah menghadapi krisis kepercayaan publik terkait catatan keselamatan mereka sejak 2 kecelakaan tersebut. Kedua kecelakaan tersebut menyebabkan penghentian operasional global pesawat 737 Max selama lebih dari satu tahun.

Boeing Akui Bersalah

Dilansir dari BBC, Selasa (9/7/2024), pada bulan Mei 2024, Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Boeing telah melanggar persyaratan kesepakatan, sehingga membuka kemungkinan penuntutan pidana.

Boeing mengatakan pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Kehakiman AS terkait 2 kecelakaan fatal itu. Menurut dokumen pengadilan, raksasa penerbangan itu mengaku bersalah atas tindak penipuan terkait sertifikasi 737 MAX, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (9/7/2024).

Boeing pada hari Senin (8/7/2024) mengatakan bahwa pihaknya telah meminta maskapai penerbangan untuk memperbarui bagian dari tali penahan pada generator oksigen 737, setelah perekat baru yang diperkenalkan pada tali tersebut pada bulan Agustus 2019 bergeser hingga 3/4 inci. 

"Kami telah kembali menggunakan perekat asli untuk semua pengiriman baru guna memastikan generator tetap terpasang dengan benar, sebagaimana dimaksud,” kata Boeing, seraya menambahkan bahwa inspeksi terhadap armada yang sedang beroperasi dan pesawat yang tidak terkirim belum mengidentifikasi unit mana pun yang gagal beroperasi dengan benar.

Keputusan Boeing untuk mengaku bersalah tetap menjadi catatan hitam yang signifikan bagi perusahaan tersebut karena ini berarti kontraktor militer terkemuka untuk pemerintah AS tersebut sekarang memiliki catatan kriminal.

Internasional Terkini