Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Palestina Minta Para Diplomat Berseru tentang Kondisi Para Tahanan di Penjara-Penjara Israel

Palestina Minta Para Diplomat Berseru tentang Kondisi Para Tahanan di Penjara-Penjara Israel

RAMALLAH, (ERAKINI) – Pemerintah Palestina meminta para diplomat dalam pertemuan hari Rabu (10/7/2024) di Tepi Barat untuk bersuara tentang kondisi “tidak dapat diterima” yang diderita oleh tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Menteri luar negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengundang sebagian besar diplomat Eropa serta perwakilan dari organisasi internasional untuk menunjukkan kepada mereka video berdurasi tiga menit yang berisi kesaksian dari warga Palestina yang ditahan oleh Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Kompilasi rekaman dan wawancara media menunjukkan penganiayaan di penjara-penjara Israel dan tuduhan penyiksaan, yang dibantah oleh pihak berwenang Israel.

“Ini tidak dapat diterima, ini melanggar semua undang-undang hak asasi manusia, dan ini harus dihentikan,” kata Shahin pada pertemuan di Ramallah dikutip dari Arab News, Kamis (11/7/2024).

“Kondisi para tahanan menjadi perhatian besar bagi kami, warga Palestina, dan kami berharap hal yang sama juga terjadi pada dunia,” tambahnya.

Kementerian luar negeri, mengutip angka-angka dari kelompok advokasi dan hak asasi manusia, mengatakan sekitar 9.600 warga Palestina saat ini ditahan oleh Israel.

Penangkapan dan serangan militer Israel di Tepi Barat semakin intensif sejak perang Gaza pecah dengan serangan Hamas pada 7 Oktober.

Otoritas penjara Israel telah mengumumkan “keadaan darurat,” yang secara efektif memperparah kondisi narapidana dan membatasi kunjungan ke penjara. Menurut laporan yang disampaikan pada pertemuan hari Rabu, 18 tahanan telah “dibunuh” di penjara Israel sejak 7 Oktober.

Sementara itu, Ketua kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina Qadura Fares menekankan bahwa seringkali sulit memperoleh informasi tentang para tahanan, termasuk ribuan orang yang ditangkap di Gaza sejak dimulainya perang, yang menurutnya sebagian besar mungkin telah dibebaskan.

“Saya yakin komunitas internasional mempunyai alat untuk membantu menghentikan apa yang terjadi. Jadi apakah ada keinginan dari komunitas internasional untuk menghentikan apa yang terjadi, atau tidak?” kata Fares pada pertemuan tersebut.

Sebelumnya pada bulan Desember, militer Israel mengatakan telah meluncurkan penyelidikan atas kematian beberapa warga Palestina yang ditangkap di Gaza dan ditahan di pangkalan Sde Teiman dekat kota Beersheva.

Beberapa diplomat yang menghadiri pertemuan di Ramallah menolak berkomentar ketika didekati AFP.

Pekan lalu juru bicara kantor hak asasi manusia PBB mengatakan mereka bahwa pihaknya telah menerima laporan yang sangat mengkhawatirkan dan menyedihkan mengenai bagaimana tahanan Palestina diperlakukan oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober.

Internasional Terkini