Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Tokoh Lintas Agama Bangga Bisa Bertemu Langsung dengan Grand Syekh Ahmed Al Tayeb

Tokoh Lintas Agama Bangga Bisa Bertemu Langsung dengan Grand Syekh Ahmed Al Tayeb

JAKARTA, (ERAKINI)- Kedatangan Grand Syekh Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al Tayeb ke Indonesia tidak hanya disambut gembira oleh umat Muslim tetapi juga lintas agama. Para pemimpin organisasi lintas agama mengaku bangga dengan sosok Grand Syekh Al-Azhar Mesir tersebut.

Grand Syekh Al-Azhar hari ini menemui para tokoh lintas agama dalam forum Interfaith and Intercivilizational Reception yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).  

Para pemimpin organisasi lintas agama yang hadir, yakni Sekretaris Eksekutif Komisi HAK Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agustinus Heri Wibowo, dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom.

Kemudian, Vice President of Educatioan World Buddhist Sangha Council (WBSC) Bhikkhu Nyana Suryanadi Mahathera, Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara Jero Mangku Gede Pastika, dan Rohaniwan Khonghucu Ws Mulyadi Liang.

Dalam forum penyambutan Grand Syekh Al-Azhar tersebut, juga dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, serta para ulama dan pengurus jamiyah.

PBNU juga mengundang hampir 300 rektor perguruan tinggi yang berada di naungan NU, 1.000 lebih kader NU dari Muslimat NU, Ansor NU, Fatayat NU, para pelajar putra dan putri NU, serta pelajar Al-Azhar.

Sekretaris Eksekutif Komisi HAK Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agustinus Heri Wibowo mengatakan, sungguh suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bisa bertemu langsung dengan Syekh Ahmed Al Tayeb, yang  merupakan sahabat dari Paus Fransiskus.

"Beberapa kali saya berjumpa dengan Sekjen Muslim Council of Elders, Dr Sultan Faisal Al-Remeithi, dan juga Muhammed Abdelsalam (Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin). Saya merindukan bahwa suatu waktu, suatu saat saya dapat berjumpa dengan yang Mulia, Grand  Imam Ahmad Al Tayeb , dan mimpi saya hari ini terwujud," kata Romo Agustinus.

Romo Agustinus mengaku sangat terkesan dengan persaudaraan kemanusiaan yang dirumuskan dan ditandantangani oleh Grand Syekh Al-Azhar bersama Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019 di Abu Dabi. "Pesannya sangat mandalam dan sungguh bermakna bagi persaudaraan kemanusiaan perdamaian pada dunia, khususnya Indonesia," ucapnya.

Bhikkhu Nyana Suryanadi Mahathera juga merasa terhormat bisa bertatap muka langsung dengan Grand Syekh Al-Azhar. "Kita beruntung dapat bersama-sama dengan Prof Dr Ahmad  El Tayeb, seorang tokoh yang sangat dihormati di dunia Islam, utamanya dialog antaragama dan kemanusiaan," katanya.

Kebanggaan serupa disampaikan Pendeta Gomar Gultom. Menurut dia, kunjungan Syekh Ahmed El Tayeb ke Indonesia merupakan suatu kehormatan bukan hanya bagi umat Muslim tapi juga gereja-gereja di Indonesia.

"Saya atas nama gereja-gereja di Indonesia, menyambut kehadiran Imam Besar Masjid Al-Azhar Mesir, yang Mulia Prof Syekh Ahmed El Tayeb di Indonesia," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Jero Mangku Gede Pastika. Grand Syekh Al-Azhar telah membawa kedamaian sehingga umat Hindu sangat bangga atas inspirasi yang disebarkan baik di dunia maupun Indonesia.

"Selamat datang di Indonesia, Yang Mulia, Grand Imam Besar Al-Azhar. Kami masyarakat Indonesia, khususnya umat Hindu yang ada di Indonesia, merasa bangga atas kunjungan dan kehadiran yang Mulia ke Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Rohaniwan Khonghucu Ws Mulyadi Liang berharap segala inisiatif dan kerja keras Grand Imam Besar Al-Azhar untuk membangun komunikasi dengan seluruh lintas agama dapat terus berkembang, sehingga tercipta dunia yang adil, saling percaya, rukun, damai, sejahtera, bahagia, sentosa dan harmonis.


Editor:

Nasional Terkini