JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Terpilih Prabowo Subianto telah memanggil calon menteri pada Senin (14/10/2024). Dari total 49 calon menteri yang dipanggil, terdapat empat nama peraih Adhi Makayasa.
Adhi Makayasa merupakan penghargaan tahunan bagi lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Polri, yakni Matra Darat (Akademi Militer Magelang), Matra Laut (Akademi Angkatan Laut Surabaya), Matra Udara (Akademi Angkatan Udara Yogyakarta), dan Matra Kepolisian (Akademi Kepolisian Semarang).
Penerima penghargaan ini adalah lulusan dengan prestasi terbaik di tiga aspek, yaitu akademis, jasmani, dan kepribadian (mental). Penganugerahan Adhi Makayasa secara langsung diberikan oleh Presiden saat pengukuhan lulusan baru empat matra di Istana Negara.
Dalam Kabinet Prabowo-Gibran periode 2024-2029, terdapat sejumlah peraih Adhi Makayasa yang bakal menjabat sebagai menteri atau kepala badan. Mereka adalah Tito Karnavian, Donny Ermawan Taufanto, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Muhammad Herindra, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Berikut profil singkat kelimanya:
1. Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian
Tito Karnavian saat ini aktif menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ia kembali dipercaya membantu Prabowo-Gibran di kabinet periode 2024-2029. Hanya, belum dipastikan posisi yang akan diembannya.
Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964. Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang, lalu melanjutkan pendidikan di Akpol. Ia lulus Akpol tahun 1987 dengan predikat lulusan terbaik atau peraih medali Adhi Makayasa.
Tito memulai kariernya di kepolisian dengan jabatan sebagai Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya 1987. Pada 2015, Tito diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya pada 2015. Tito kemudian dipercaya menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 16 Maret 2016.
Pada 15 Juni 2016, Presiden Jokowi mengajukan Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Tito kemudian resmi dilantik jadi Kapolri pada 13 Juli 2016. Pada 22 Oktober 2019 Tito Karnavian memasuki masa purnatugas. Setelah pension, Presiden Jokowi mengangkatnya sebagai Mendagri sejak 23 Oktober 2019 hingga sekarang.
2. Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto
Donny Ermawan juga termasuk salah satu yang dipanggil Prabowo pada Senin malam. Hanya, Donny belum mengetahui posisi yang bakal dijabat di cabinet. Ia mengaku hanya diminta Prabowo mengurusi sesuai dengan bidangnya.
Donny diketahui saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dony yang lahir 12 Desember 1965 menamatkan sekolah di SMA Negeri 4 Bandung tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke AUU dan lulus tahun 1988 dengan predikat lulusan terbaik atau peraih medali Adhi Makayasa.
Selama keriernya di Matra Udara, Donny pernah memimpin Skadron Udara 15, salah satu unit tempur strategis di TNI AU. Ia juga pernah menjabat Komandan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Iswahjudi tahun 2014-2015. Ia kemudian dipercaya menjabat Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II dari tahun 2015-2017.
Setelah itu Dony dipercaya menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Wakabais) TNI tahun 2017, Staf Khusus KSAU tahun 2017-2018, Komando Angkatan Udara (Danseskoau) pada 2018-2019, hingga dilantik menjadi Sekjen Kemhan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 6 Mei 2020.
3. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara
Tokoh lain yang dipanggil Prabowo sebagai calon menteri adalah Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Iftitah merupakan pengusaha yang memilih pensiun dini dari TNI AD. Ia adalah lulusan terbaik Akmil 1999 atau peraih penghargaan bintang Adhi Makayasa.
Iftitah memutuskan pensiun dini setelah berdinas 20 tahun di militer dengan pangkat terakhir Letkol. Iftitah lahir di Pandeglang, Banten, 10 Maret 1977. Saat ini, ia fokus mengurusi berbagai perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi, energi, dan usaha lainnya.
Iftitah juga dikenal sebagai praktisi, penulis, dan pengajar di beberapa institusi pendidikan. Tercatat ia pernah menjadi dosen tetap di Universitas Pertahanan pada 2017-2019.
Dia juga dikenal sebagai pakar dalam bidang Kavaleri. Dia menjadi anggota TNI AD selama 20 tahun, yakni dari 1999 hingga 2019. Iftitah adalah teman dekat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sehingga pada tahun 2019, Iftitah memilih bergabung dengan Partai Demokrat.
4. Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra
Sosok Muhammad Herindra juga muncul di rumah kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). Namun, belakangan Muhammad Herindra ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Penunjukkan Herindra oleh Jokowi itu tertuang dalam surat presiden (Surpres) Nomor R51 tanggal 10 Oktober perihal Permohonan Pertimbangan Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BIN. Saat ini, Herindra menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Ia menduduki jabatan tersebut sejak 23 Desember 2020.
Herindra merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987. Pria kelahiran Magelang, 30 November 1964 ini dinobatkan sebagai lulusan terbaik atau peraih Adhi Makayasa. Herindra memulai karier di TNI dengan bergabung di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sejumlah jabatan strategis pernah diduduki Herindra selama berkarir di bidang militer. Pada tahun 2013, Herindra didapuk menduduki jabatan sebagai Wadanjen Kopassus.
Dua tahun berselang Herindra ditunjuk menjabat Kasdam III/Siliwangi. Pada tahun yang sama ia ditunjuk untuk menjadi Danjen Kopassus. Kemudian, di tahun 2016 Herindra diangkat menjadi Pangdam III/Siliwangi. Lalu, tahun 2017 ia ditunjuk menjadi Pa Sahli Tk III Bidang Hubint Panglima TNI.
Selanjutnya, Herindra didapuk menduduki jabatan sebagai Inspektur Jenderal TNI pada 2018 hingga 2020. Lalu, pada 22 Oktober 2020, Letjen Herindra dilantik Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TN, sebelum akhirnya menjabat Wamenhan.
5. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
AHY Kembali dipercaya untuk menduduki posisi di cabinet. Hanya AHY masih merahasiakan posisi barunya.
AHY hanya menyebut tugas barunya nanti mengurusi pembangunan, baik pembangunan fisik maupun Sumber Daya Manusia (SDM).
AHY merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara angkatan 1997. AHY meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas atau predikat sebagai Lulusan Terbaik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akmil dengan kecabangan Infanteri. Selama bersekolah militer, AHY sudah mengemban amanah sebagai Komandan Resimen Korps Taruna pada 1999.
Pada tahun 2000, AHY menyelesaikan pendidikan Akmil dengan meraih dua penghargaan bergengsi. Ia dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik (Adhi Makayasa) dan Tri Sakti Wiratama,prestasi tertinggi dengan penilaian kolektif dari mental, fisik, dan kecerdasan intelektual.
Pada September 2016, AHY mengambil keputusan penting, yakni mengundurkan diri dari militer dengan jabatan terakhir sebagai Mayor. Keputusan ini menjadi awal perjalanannya masuk ke dunia politik. AHY mencalonkan diri dalam bursa pemilihan gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, namun gagal.
Meski gagal dalam Pilkada DKI 2027, AHY kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 secara aklamasi dalam Kongres Ke V pada 15 Maret 2020. AHY saat ini juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak 21 Februari 2024.